Breaking News
Loading...
Selasa, 08 Oktober 2013

Khazanah Kyai Kampung - Episode 2

12.36
Alhamdulillah, kita masih jumpa lagi dikhazanah kyai kampung. Gimana kabar-kabarinya? Pasti ada dong kabar-kabari di pojok kampung sobat-sobat. Ini ada cerita menarik pojok kampung lagi yang mungkin bisa menambah wawasan dan sekalian referensi prilaku-sikap kita. Peristiwa ini baru aja lho, istilah kerennya up to date, masyarakat pojok kampung tahu semua, kalau tidak percaya 100% boleh di tinjau langsung. :)

Maaf ya ingin cerita aja kok bertele-tele. Maksudnya gak gitu, cuma ceritanya emang spesial. Gini lho... Tadi di pojok kampung itu ada ritual keagamaan ala sing seneng diarani Bid'ah. ha ha ha. Tahu gak, ritual apa kira-kira? Penasaran simak aja cerita dibawah ini.

Pertama-tama saya ucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya dengan ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun. Karena pojok kampung baru kehilangan sosok tokoh pakune pojok kampung Sang Muhlishin Lek Mulyono (Mbah Modin Sirahan Kampung Anyar). Semoga semua amalnya mendapatkan ridlo-Nya. Amiin. Al-Fatihah....

Malam ini, tepatnya peringatan hari ke tiga wafatnya pak Modin. Sudah biasa tradisi di pojok kampung ketika ada warga yang meninggal maka semua kaum muslimin tak terkecuali selama 7 hari setelah kematiannya membacakan Fida', Tahlil, Yasin dan bacaan Al-Qur'an untuk almarhum.

Pas malam ketiga ini, sebenarnya yang mendapatkan giliran ngimami (memimpin) ritual tersebut adalah Ust. Nur Said Kholidi, beliau ini adalah alumni Madrasah Sirahan, pondok Pandean dan pondok Mbah Munawir Kertosono. Jadi beliau ini adalah pengikut Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah wa Kholidiyah. Sudah biasa kalau ada tokoh yang datang lagi di majlis itu, maka secara serta merta, yang dapat giliran tetap mempersilahkan pada tokoh yang lain terlebih dahulu. Apa ini ya cerminan ketawadlu'an kyai-kyai kampung kita? Terserah Sampean lah yang menafsirkan. Akhirnya Ust. Said pun mempersilahkan kepada tokoh sahabat karibnya, beliau ini adalah Ust. Chumaidi (alumni pondok Sirahan, pondok Batokan Mbah Jamal (santri Gus Iful) dan santri kinasih K. Khumaidi - Pule). Insyaallah pengikut Thoriqoh Qodiriyah. Walhasil, Ust. Khumaidi yang memimpin Fida' dan Tahlil pada acara tersebut. Begitu sampai do'a, peristiwa saling mempersilahkan siapa yang memimpin terjadi kembali. 

Sekelumit pemaparan di atas semoga dapat diambil hikmahnya. Ada dua pengikut thoriqoh yang saling hormat menghormati antar sesama.

Semoga besok kita masih bisa bertemu dengan sinar matahari di ufuk timur dan tenggelam di ufuk barat. (Selamet Raharjo). :)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer