Desa Mojo

Letak Geografis Desa Mojo
Desa Mojo adalah sebuah Desa di Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati. Desa ini diapit oleh beberapa desa tetangga, yaitu Desa Blingoh-Kab. Jepara (sebelah utara), Ds. Karang Sari (sebelah timur), Ds. Sirahan (sebelah selatan) dan Ds. Kelet Kab. Jepara (sebelah barat).Titik koordinat dari desa ini kira-kira adalah: 6°31'25"S 110°55'58"E

Asal-usul Desa Mojo

Desa mojo diambil dari sebuah nama buah bernama Mojo. Buah mojo digunakan untuk babat oleh Para Leluhur Desa dan ketika babat, tempurung buah mojo dijadikan mangkok/beruk (wadah makanan), daunnya untuk suru (sendok), rantingnya untuk teken (tongkat), pohonnya untuk tiang padepokan (pondok) dan tunggaknya untuk lelenggahan/dudukan (tempat duduk). Wal hasil dari rangkaian tirakatan dengan menggunakan barang-barang tersebut digunakan untuk babat desa para leluhur. Maka para Leluhur Untuk mengabadikannya peristiwa tersebut maka buah mojo dijadikan nama desa.
Asal-usul Perdukuhan Desa Mojo
Desa Mojo dibagi menjadi beberapa perdukuhan dengan perincian dan asal-usulnya sebagai berikut.
  1. Dukuh Jati
  2. Dukuh ini diambil dari kata Jantung Ati (Jantung Hati), karena Kepala desa mojo yang pertama adalah dari Dk. Jati, jadi pusat pemerintahan pertama desa mojo adalah di Dk. Jati yang sekarang posisinya di buat pemakaman Islam, dan pintu masuknya Desa Mojo juga terletak di situ maka disekitarnya disebut ghapuran (gapura/pintu masuk).
  3. Dukuh Krajan
  4. Letaknya berada pada bagian barat Ds. Mojo, berbatasan dengan desa Kelet yang sekarang diperbatasan tersebut dibangun Pom Bensin. Disitu dulu adalah daleman/tempat berkumpulnya Pejabat-Pejabat Desa. Di situ tumbuh pohon mangga krasak yang besar dan tepat di Daleman, kemudian tempat acara-acara/upacara terletak disebelah selatan tepatnya di perbatasan Desa Mojo dan Sirahan, di situ ada jembatan corongan artinya tempat informasi dulu di sebelah barat jalan tumbuh pohon beringin dan pohon Asem yg besar (yang terkenal dengan Bunen artinya tempat para petani berkumpul setiap panen raya). Kemudian di arah keling disitu dulu ada padepokan tempat mengatur strategi berbagai kepentingan yang di pandegani Ki Mojo dan Ki Darmo Wongso. Tepat diantara sungai Kembar, maka disitu terkenal dengan sawah pondok.
  5. Dukuh Kedindingan
  6. Disebut demikian karena dulu kawasan ini adalah hutan pohon dinding, dan setelah ada penghuninya hutan ini dijadikan dukuh yang dinamakan Dukuh Kedindingan. Dukuh Kedindingan terletak di sebelah selatan desa mojo dan berbatasan dengan Desa Sirahan.
  7. Dukuh Kentengan
  8. Diambil dari kata “Kenthe-Angen” yang artinya Puser Wilayah Desa. Puser Wilayah desa mojo (pertengahan desa) terletak di Dukuh Kentengan. Tepatnya sekarang ada bangunan Musholla Al-Munir. Dulu disitu terdapat pal beton dan pohon jati sebagai tanda pusar Desa Mojo
  9. Dukuh Jatenan
  10. Dukuh tersebut dulunya adalah hutan jati, dukuh ini letaknya dipinggiran sebelah utara desa mojo yang berbatasan dengan Desa Blingoh. Dukuh Jatenan mempunyai hamparan tanah yang luas yang disebut tegal wates.
  11. Dukuh Ngemplak
  12. Ngemplak artinya terminal, disitu dulunya adalah tempat para blandhong (Penebang hutan) mengumpulkan kayu hasil jarahan sebelum dibawa ke desa untuk membuat rumah. Di Dukuh ini juga terdapat hamparan tanah yang luas yang masyarakat Mojo menyebutnya “Burgan”.
  13. Dukuh Pligen
  14. Pligen artinya tempat pemantauan (Loji). Dulu tempatnya para aparat keamanan (prajurit) mengintai musuh dari arah timur, barat, utara dan selatan karena tempatnya yang strategis dengan ketinggiannya.
  15. Dukuh Lembah
  16. Penduduk tersebut posisinya yang paling rendah diantara dukuh-dukuh lainnya. Untuk mempermudah mengenangnya maka dinamakan dukuh lembah.
  17. Dukuh Tenggeran
  18. Tenggeran artinya tinggi. Dukuh ini datarannya lebih tinggi daripada dataran Dukuh Lembah dan disitu di batasi sungai kecil yang disebut kali pranak (anak sungai).

0 komentar:

Poskan Komentar

Sahabat

 
Toggle Footer